Ustadzah Aulia Azizah - Jumat, 13 Maret 2020
Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamualaikum ..
Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamualaikum ..
Kemarin udah berlalu besok kita tidak tahu. Tapi mungkin kita lupa insyaAllah. Kemarin sudah kita jalani dan tidak bisa diulangi lagi. Kalau mau diulangi lagi udah beda dan tetep tidak bisa diulangi lagi. Sekarang yang sedang dijalani dan besok. Kaitannya dengan memanajemen waktu. Ungkapan waktu adalah uang karena kita melewatkan waktu sedikit saja yaudah berlalu tuh rezeki kita. Uang sebagai alat pembayaran yang sangat berharga. Memanajemen waktu yang tepat bukan dalam satu waktu. Kira-kira efektif tidak tapi tidak semua orang berbakat multitasking. Manajemen waktu adalah bagaimana kita mengerjakan sesuatu dalm waktu yang tepat bukan dalam satu waktu sekaligus. Semuanya kembali kepada diri masing-masing. Yang pelupa harus sering nyatet. Dua nikmat yang berharga :
1. Nikmat sehat yang baru dirasakan ketika sakit
2. Nikmat waktu yang biasanya terasa ketika sibuk dan bisa dirasakan kalau punya pengalaman masa lalu.
Kita harus bersyukur atas nikmat sehat yang diberikan. Kadang tak sadar dir kalau sehat sampai lupa diri tidak menjaga diri. Penyesalan datang diakhir ketika tidak bisa menikmati waktu. Kata Imam Al-Ghazali, "apapun yang terjadi pada diri kita hari ini adalah apa yang kita pikirkan." Maka hidul harus ada targrt jangan hanya duniawi tau akhirat sebab akhir hidup kita adalah akhirat karena yang kita inginkan adalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Kalau ada orang yang punya harapan itu bagus karena hidupnya punya target tapi kita harus imbangi targetan itu tidak hanya hal duniawi. Bahkan ketik hal itu duniawi maka niatkan untuk akhirat sehingga kita mendapatkan semuanya. Ada harapan-harapan dari diri kita atau orang sekitar yaitu tujuan hidup yang harus dicapai. Ketika kita berani merencanakan maka kita harus berani menghadapi tantangan. Fokus pada targetan yang sudah dibuat. Manajemen waktu yang kaitannya dengan disiplin diri.
Sifat waktu :
1. Tidak dapat terulang/tergantikan. Kalau sudah lewat yasudah. Kalau mau ngulangin lagi tetap ada bedanya meskipun orang-orang nya sama tempat dan waktunya sama.
2. Cepat berlalu. Misal ada kajian pukul 11 siang atau 11.15 diundang puk 11.30 baru tadi tapi rasanya cepat sekali.
Dari 2 sifat inilah jangan sampai menyia-nyiakan waktu maka terkadang ada penyesalan yang banyak.
Kedisiplinan waktu parameternya yaitu ketika kita sudah bisa memanfaatkan waktu dengan baik. 1. Sholat awal waktu kalau tidak bisa maka tepat waktu. Misal ada kumpul habis maghrib bahasannya banyak sekali saat organisasi dll. Tidak bisa awal waktu maka tepat waktu. Tapi jangan sampai mepet sudah mau ganti waktu sholat lain tapi baru mau sholat. Biasanya yang bangunin sholat orang tua sekarang HP. Kita sendiri yang berusaha membentengi diri kita. Kalau sholat terjaga di awal waktu telat-telatnya ya 30 menit. Kalau udah ngatur hubungan dengan Allah hablum minallah maka Allah yang akan mengatur urusan-urusan kita.
2. Tidak menyia-nyiakan waktu kalaupun kosong kita harus punya aktivitas.
3. Senantiasa mengisi waktu luang. Kerjain tugas misalnya. Proses kreatif mahasiswa dalam mengatur waktu yaitu serba mepet. Deadline. Kalau ada waktu luang isilah dengan aktivitas yang baik.
4. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Ketika hari ini duniawi terus maka harus ditambahi akhiratnya semisal tilawah, infaq. Mendengarkan dalam majelis ilmu, fastabiqul khoirot.
5. Belajar dari pengalaman hari ke hari. Banyak yang tertipu karena tidak belajar dari hari sebelumnya. Allah itu senantiasa menguji hamba-Nya pada titik kelemahannya. Kalau kita orangnya masih suka deadliner maka diuji terus disitu karena kita belum lolos. Ketika kita lemahnya bicara didepan umum eh ternyata ditunjuk jadi MC, itu ujian karena Allah ingin kita kan di titik lemah maka ganti dengan yang lain.
Mengatur waktu. Terkait prioritas. Cari hal yang pasti atau jelas. Kalau yang samar yaudah nanti dulu. Penting dan mendesak. Misal ada kuliah jam 1 tapi skincare habis. Kalau kita pentingin beli skincare maka kuliahnya bisa telat. Segerakan ke agenda lain tapi malah jadinya buru-buru begitu sebaliknya.
Ada empat waktu yang harus kita miliki bukan kemarin, sekarang, besok :
1. Waktu bermunajat pada Allah. Entah sholat sunnah.
2. Waktu evaluasi diri. Kemarin tenyata aku bannyak menyia-nyiakan waktu ya.
3. Waktu untuk memikirkan ciptaan Allah. Kita punya alam yang justru jik ditaddaburi akan menambah rasa syukur. Berpikir ke arah yang lebih baik. mendoakan keluarga dan janngan egois. Padahal ketika kita banyak menndoakan orang lain maka itu akan berbalik ke diri kita.
4. Waktu untuk memenuhi kebutuhan diri kita seperti ketika mendapaat tugas. Makkannya memang ada materi keakhwatan seperti olahraga, rukhiyah sehingga peduli kepada orang lain tapi diri kita janngan dilupakan makka duniawi itu luar biasa godaannya juga harus banyak upaya untuk kepenntigan akhirat.
Tips agar waktu bermanfaat :
- Coba tiap waktu punya amalan unggulan tertentu jadi tidak nganggur. Sholat dhuha, qiyamul lail, zikir.
- Pastikan ada aktivitas kebaikan tertentu.
- Pilihlah waktu yang istimewa. Habis shubuh harusnya jangan tidur lagi sebab malaikat pembagi rezeki kan datang juga bisa merusak saraf otak. Makan ketika berat sekali tahajud tapi banyak keistimewaannya. Kebutuhan rukhiyah seperti One Day One Juz, pentingnya memanage waktu yang dimiliki. Bagaimana mengatur waktu agar tepat. Banyak cobaan yang berhubungan dengan waktu kalau berani berencana maka berani menghadapi tantangan.
- Memaknai surah Al-Asr :
- Demi masa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, yang saling menasehati dalam hal kebenaran dan kesabaran. Manfaatkan betul jangan sampai terbuang sia-sia sehingga akan menyesalinya. Ada peluang waktu kosong jangan disia-siakan. Sambil nunggu bisa share undangan rapat. Atau pastikan lagi bisa dateng. Semuanya adalah tantangan. Jangan suka nditunggu karena sama saja menzalimi orang. Kuncinya komunikasi. Saling mengingatkan satu sama lain. Yang terbwrat adalah melawan diri sendirim harus tegas dengan diri sendiri sebab diri sendiri juga perlu diiqob. Ada di zaman Rasulullah ketika ada sahabat yang tidak ikut berperang maka mereka mengiqob dirinya dengan sedekah yang tidak tanggung-tanggung bahkan kebun kurma disedekahkan. Iqob yang berkualitas.
- Planning tidak hanya satu harus ada plan A, B, C. InsyaAllah itu 99% datang dan 1% diserahkan ke Allah. Ada dua agenda maka dipastikan jangan PHP lebih baik jujur sebenarnya aku sore ini ada jadwal ini daripada PHP harus tegas dan berani.
- Kita yang lebih tau mana yang lebih penting dan harus didahulukan. Bukan siapa yang lebih dulu tapi mana yang lebih penting. Kemampuan komunikasi juga penting. Daripada mengiyakan tapi tidak hadir bahkan ketika membuat prasangka lebih baik tegaskan diri semisal tidak bisa yang minta maaf. Ssemuanya sudah takdirnya. Hati-hati dalam berjanji. Kalau tidak berkomunikasi dengan baik maka akan menyakiti banyak pihak. Kalau ujian satu belum lolos maka akan diuji dengan itu lagi. Semoga bermanfaat dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang tertipu dengan waktu. Aamiin .. manfaatkanlah waktu yang kita miliki karena waktu tidak akan menunggu.
Sekian notulensi kali ini. Afwan banyak kesalahan yang datang dari saya sendiri dan kelebihannya sepenuhnya dari Allah Ta'ala. Jazakumullahu khairan katsiran :)
Wassalamualaikum ..
Komentar
Posting Komentar