KIMICI ONLINE - Semangatmu terdiferensial? Yuk, integralkan lagi imanmu
Bersama Devi Fitri Ferdania- Grup Whatsapp
Kepala Annisa GAMAIS ITB 2019
Mahasiswa S1 Matematika ITB 2016
Awardee Program Magister Fast
Track Matematika ITB 2020
Bismillah ..
Assalamualaikum wr. wb.
Mari kita sepakati maksud dari semangat terdiferensialkan yaitu kadar semangat kita dalam berbuat kebaikan yang turun gitu. Maka kita perlu itegralkan kembali semangatnya, kita tingkatkan lagi melalui iman kita kepada Allah. Kita naikkan lagi semangat kita melalui iman kita kepada Allah SWT. Kalo bisa lipat tiga naiknya. Kira-kira kenapa sih meningkatkan semangat berbuat kebaikan itu harus menggunakan iman sih temen-temen? Baik sahabatku yang semoga dirindukan dan merindukan oleh Allah dan RasulNya mari kita cek QS. Yunus yang artinya “bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." Bagian yang perlu di highlight nih!
Rasulullah SAW penah bersabda :
“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman.” (HR Ath-Thabrani)
Jadi teman temanku, iman tanpa amal itu hampa, kosong, kaya himpunan kosong. Tapi amal tanpa iman itu sia – sia, tak bertahan lama, hanya di dunia. Sehingga, untuk membangun sebuah amal kebaikan, tidak cukup hanya semangat. Semangat itu naik turun, kaya fungsi sinus cosinus
Kadang – kadang ekponensial, seperti f(x) = e^x, cepat menuju tak hingganya. Kadang – kadang konstan, seperti f(x) = k, dia stagnan gak berubah – ubah. Kadang – kadang malah bentuknya invers dari eksponensial, f(x) = ln(x), lambat banget menuju tak hingganya. Parahnya, kadang – kadang malah minus dari eksponensial, si f(x) = -e^x, cepat bangettt tapi menuju negatif tak hingga. Maka sudah sepatutnya semangat dilandasi dengan iman. Karena iman adalah tanda bahwa kita tidak mau amal kebaikan kita hanya exists di bumi Allah. Karena iman adalah tanda bahwa kita tahu amal shalih jadi sia sia jika mempersekutukan Allah. Karena iman adalah tanda bahwa niat amalan kebaikan, seutuhnya milik Allah. Karena iman adalah tanda bahwa segala Lelah ber-kebaikan, sepatutnya hanya mengharap pertemuan dengan Allah. Karena iman adalah tanda bahwa amal kebaikan itu termasuk manisnya memeluk agama Allah.
Jadi gimana sister, sudah semangat melakukan kebaikan? Gimana mau semangat kan ini lagi wabah covid-19 mau kuliah online pusing, mau rapat online ribet, mau kumpul sama temen takut tertular, mau ibadah ke masjid takut, mau apa-apa takut astaghfirullah bete banget nggak sih dirumah kerjaannya makan rebahan scroll ig tidur, tapi yang paling kesel itu kuliah online tugasnya banyak banget parah, ngabisin kuota mana disuruh baca modul pdf sendiri. Jangankan kuliah online kuliah offline aja tidurnya bannyak dikelas, ngobrol sama temen lebih asyik, kuliah offline aja nggak ngerti. Lagunya bang Maher Zain Open Your Eyes lagu yang liriknya menampar sekali. Belum ngeuh? Coba deh sambil baca liriknya, nyalain lagi rekamannya, sambil dimaknai pesan yang mau disampaikan nih. Ingat, ini tentang PESAN yang ingin disampaikannya yaaaa
Look around yourselves
Can’t you see this wonder?
Spreaded in front of you
The clouds floating by,
the skies so clear in blue,
planets in the orbits,
the moon and the sun,
such perfect harmony
Let’s start question in ourselves, isn’t this proof enough for us?
Or are we so blind, to push it all aside
No ..
We just have to, open our eyes, our hearts, our minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way, Guide us every single day
Keep us close to You
Until the end of time :”)
Lihat deh kita yang basanya duduk dikelas untuk mengikuti kelas yang terkadang malah ngobrol ngerumpi terkantuk atau ngerjain pekerjaan lain dikelas main hp dikelas kini begitu merindukan kegiatan belajar mengajar di kampus merindukan teman-teman dosen secara langsung gausah deh virtual-virtual yakin deh 100% teknologi tetep nggak bisa menggantikan nikmatnya pertemuan, ya nggak? Lihat deh manusia-manusia yang punya jabaatan tinggi harta melimpah ketenaran pokoknya manusia-manusia yang merasa raksasa itu atau itu kita ya? Kini ternyata bisa takluk ketakutan oleh virus kecil yang bahkan statusnya sebagai makhluk pun dipertanyakan ternyata pada akhirnya hanya takwa yang akan menemani kita sampai akhir nanti. Apa sih yang kita kejar dunia ini temen-temen? Lihat deh kita yang setiap harinya merasa 24 jam kurang, sibuk nugas sibuk kegiatan ini itu , sibuk kerja, hilang kendali duh aku belum sempet tilawah, duh besok ada kegiatan ini rapatnya belum kelar, udahlah nggak usah puasa sunnah nanti lemes. Eh kini dikurung didalem rumah kegiatannya terbatas kesibukannya menurun eh malah rebahan nggak jelas akhirnya kita lupa lagi sama persiapan bekal akhirat, astaga mau berdalih apalagi sih kita. Lihat deh masjid yang biasanya minimal lima kali sehari memanggil nama kita kini melatunkan kalimat perih kalimat menyedihkan kalimat yang menggetarkan jiwa harus mengumandangkan kalimat sholatlah di rumah sendiri, sendirian? Dulu kita bersyukur nggak ya waktu sholat di masjid berjamaah atau justru kita nggak pernah berjamaah? Lihat deh semua orang panik, cemas, ketakutan, takut terpapar virus, kehabisan stok bahan makanan dirumah, atau takut menulari orangtuanya, takut usahanya gulung tikar, takut kelaparan menggerogotinya, semudah ini ya kenyataan berubah drastis, tadinya baik-baik aja sekarang chaos banget temen-temen. Siapa sih yang sebenernya bisa melindungi kita? Lihat deh tiap hari yang terinfeksi semakin banyak, tenaga medis berjatuhan alat-alat medis langka, belum lagi yang meninggal hampir sekitar 10% di Indonesia. Bahkan kini kita buta siapa sih yang membawa virus ini? Takut nggak sih kita? Lihat deh yakin rebahan aja membantu kegiatan pandemi kayak gini. Bangun temen-temen bangun dari rebahan lihat sekitarmu lihat sekelilingmu ada para tenaga medis yang berjuang mempertaruhkan nyawa, para engineer yang berjuang mencari teknologi-teknologi baru, scientis yang berusaha menemukan penawar virus ini, matematikawan yang berusaha membuat model matematika dari pandemi ini, lihat mereka yang tak berpenghasilan karena tidak berjualan yakin rebahan setara dengan perjuangann mereka? Kita cek QS Al-Baqarah 269 duluuu yu :) "Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."
Ayo, ayo kita ambil pelajaran dari keadaan seperti ini, ayo kita tetap *jaga semangat* kita untuk berbuat kebaikan ke sekitar. Nih aku punya kiat – kiat *menjaga semangat dengan iman ala aku sendiri* !
1. *Tutup celah – celah godaan syaitan!*
Waduh, apa aja tuh contohnya?
Kasur, swipe insta-story, game, scroll timeline, ikutan ribut di comment section, begadang, dan lain – lain
Waduhhhhhh..
TUTUP CELAH – CELAH keberlebihan :”
Jadi bukan berarti gak boleh girls, tapi jangan berlebihannn.
Kita bisa Kita kuat! Ayo harus tau kapan harus nge-remmm dari aktivitas – aktivitas di atas. Khususnya nih tentang _bangun pagi_!
Ayoo jangan anggap libur, tetap bangun subuh, bangun di dini hari juga lebih mantap lagiii…
Susah?Ya emang sih, Rasulullah aja bersabda :
*“Syaitan itu mengikat tengkuk salah seorang engkau yang tengah tidur dengan tiga ikatan sehingga engkau tidur semalaman. Apabila seorang di antara engkau bangun seraya menyebut nama Allah, maka lepaslah ikatan pertama. Lalu apabila ia berwudhu, maka lepaslah ikatan kedua. Dan apabila diteruskan dengan shalat, maka lepaslah ikatan ketiga, sehingga ia akan bersemangat dan berhati jernih. Kalau tidak, maka hatinya akan kusut dan malas.” HR Shahih Muslim*
Ayo kita bisa! Kita kuat! Kita tangguh melawan godaan syaitan!
2. *Banyak waktu luang nih, isi sama amal yaumi*
Buat targetannya! Anggap aja lagi latihan nulis target Ramadhan yang tinggal hayoloh berapa hari lagi?
Eh coba deh, kita berdiam diri sejenak, lalu pahami keadaan pandemik covid 19 ini. Per hari ini, total yang terinfeksi ada 2092 kasus. Yang sembuh ada 150 orang yang sembuh. Yang meninggal ada 191 orang yang meninggal.
Ya Allah, angka kematian nya sekitar menuju 10% loh teman – teman. Ngerasa gak sih *kematian* tuh deket banget girls! Serem gak sih. Ya serem sih, Nah tapiii baiknya manfaatkan keadaan seperti ini untuk sering – sering mengingat kematian girls :”) Ini penting banget, sehingga kita jadi bersiap – siap diri nih, menambah amalan, bertaubat, berlomba dalam kebaikan. *Buat targetanmu!*
Hayoo masa scroll ig berjam – jam kuat, tapi tilawah 10 lembar 40 menit aja berasa udah bertahun – tahun lamanya. Ayooo dzikir pagi dan petang, berinfaq, berdonasi, sholat tepat waktu, dhuha, hafalan, tilawah, tahajud, senyum, dan lain lainnn lah sist!
Ayooo ah kita perbaiki kualitas dan kuantitas amalan kita girls!
3. *Banyak bersyukur, kurangi mengeluh!
Sudah dibahas ya di atas tadi, ayo keadaan kaya gini tuh menyebabkan hikmah – hikmah berserakan girls. Depan mata bangettt, tinggal kita nih nyikapi nya bagaimana. Banyak bersyukur membuat kita yakin adanya Allah, merasa ada pelindung dan selalu memperhatikan kita, membuat kita menyadari kekurangan – kekurangan kita juga. Allah sebut berapa kali tuh kalimat “Nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan?”. Saking banyak bangettt nikmat yang kita lupakan. Ayo ah bersyukurrr di segala situasi.
*Spread the positivity!*
4. *Berlomba dalam kebaikan*
Rebahan maksudnya?? Kan kalau kondisi kaya gini, rebahan juga berdampak positif bagi nusa dan bangsa, ya gak seh?
NGGAK! Stop ~rebahan~!wkwk
Iya sih bener, dengan rebahan = tidak keluar rumah = menjaga diri dan orang lain dari penyakit covid 19 ini = memutus mata rantai penyebaran covid 19. Tapi atulahhh, kita muslim, dan muslim yang paling baik adalah muslim yang paling bermanfaat bagi sekitarnya. Rebahan tapi lupa sama sekitar mah atuhhhh jangan.
Liattt sekitarmu, keluarga besarmu, tetanggamu, temanmu, orang – orang sekitarmu. Ladang donasi ada dimana – mana ya gak sih girlsss.Kalau gak punya uang/harta untuk didonasikan gimana? Masih bisaaa, bantu tetanggamu / temanmu yang kesulitan hidup, kirimin sesuatuuu (makanan, minuman, vitamin, masker kain buatan sendiri, doa, atau bahkan *butir – butir cinta dan perhatian*)
Gak bisa jugaaa? Bantu cerdaskan orang – orang sekitarmu tentang bahayanya virus ini, masih banyakkkk banget loh yang belum aware sama virus ini. Apalagi yang pake dalih agama kita :( ayooo bantu luruskan pemahamannn!
Gak bisa juga? Ituuu ada orangtuamu dan keluarga kecilmu di rumah, ayoo bangun kebersamaan yang selama ini gak bisa dibuat, belajar masak kekk, atau ngobrol cerita sama keluarga kek. Intinya sebarkan energi positif ke seluruh penjuru Lampung, seluruh penjuru rumahmu, seluruh Indonesia ini, bahkan seluruh dunia ini! Kenapa harus sebarkan energi positif kemana mana sih??
Rahmatan lil ‘alamin girls! muslim harus jadi rahmat bagi semesta alam ini!!!
Yakin dengan ~rebahan~ bisa jadi rahmatan lil ‘alamin?
Jangan atuh euyy, *gak elite* wkwk
5. *Iqra!*
Sibukkan dirimu dengan *membaca*!
Baca apa ajaaa, baca novel, baca komik, baca paper penelitian, jurnal ilmiah, baca berita, baca e-book kuliahmu, bacaaa pokoknya biar makin berilmuuu. Kurangiiii lah nonton drakor baper baper itu.. wkwkkw
*Be Productive!*
_Terakhir dariku..._
Girls, bagiku semangat dalam melakukan amal kebaikan itu bukan sekadar suatu sikap kita pada suatu hal / kegiatan. Lebihhh dari itu. Semangatnya itu seperti *api*, harus dijaga kadarnya jangan sampai meredup, harus mengalir energi hangatnya ke sekitar dan jangan sampai berkobar tak terkendali sampai membakar hangus sekitar.
Semangat dengan iman itu *energi*, energi yang tidak akan habis dan terus bertransformasi dari satu orang ke orang lainnya,
energi yang bisa menghangatkan jiwa – jiwa lesu, energi yang bisa menyalakan kembali hati – hati yang menggelap karena dosa,
energi yang bisa membuka mata – mata yang tertutup karena dunia.
Jadi, masih merasa tak semangat meratapi kondisi dunia yang seperti ini?
*Wake up girls!*
Ladang amal menunggu kita, ayo charge semangatmu dengan iman!!!
Percayalah, terkungkung dinding rumah bukan berarti terjebak tak berbuat kebaikan. Percayalah, pertemuan daring terus menerus, bukan berarti lupa akan dunia nyata di depan. Percayalah, pembatasan social bukan berarti kita jadi berhenti empati pada sekitaran. Percayalah, ketika gerak terbatasi, solusinya bukanlah rebahan. Percayalah, #DiRumahAja tak berarti menurunnya kualitas iman. Jangan – jangan, virus corona adalah cara Allah membuka mata ini,
‘mengusik’ diri dari perhatian duniawi. Melatih diri untuk berempati. Menampar ego yang selalu berdiri jumawa dalam hati,
Membangunkan kita untuk segera mempersiapkan diri. Persiapan untuk hal yang pasti terjadi
*Mati*
Ya anggaplah,
Anggaplah, kita akan mati esok hari. Sudah siapkan diri?
_Tanyakanlah dalam hati_
Salam cinta dari Bandung,
Saudari seimanmu,
Fitri.
Mohon maaf jika banyak kekurangan ya girlsss :)
Senang sekaliii bisa liat 257 orang di grup ini berusaha tetap produktif di keadaan seperti ini :"))
Terimakasiii yaaa hehe
Sekian notulensi kali ini, apabila terdapat kekurangan datangnya dari saya sendiri. Semoga bermanfaat..
Wassalamualaikum wr. wb.
Komentar
Posting Komentar