Langsung ke konten utama

bismillah...

terimakasih karena telah hidup sampai saat ini terimakasih sudah memilih untuk survive diantara jutaan pesaingmu. terimakasih atas kepanjangan yang Allah berikan.

tragedi mati listrik di kosan membuatku ingat akan satu hal. duu saat listrik mati dirumah dengan mudahnya menyuruh orang tua menyalakan. maafkan anakmu yang bodoh ini Mak Pak...

tentang menghargai, menghargai setiap denyut jantung dan tarikan napas yang seharusnya setiap detiknya terucap namaNya. tapi sombong dan bodohnya seakan aku tak membutuhkanNya.

syukurnya jangan lupa ditambah... jangan banyak ngeluhnya

catatan pengingat diri 0: 49, Patemon, Semarang, Jawa Tengah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIMICI ONLINE - Semangatmu terdiferensial? Yuk, integralkan lagi imanmu Bersama Devi Fitri Ferdania- Grup Whatsapp Kepala Annisa GAMAIS ITB 2019 Mahasiswa S1 Matematika ITB 2016 Awardee Program Magister Fast Track Matematika ITB 2020 Bismillah .. Assalamualaikum wr. wb. Mari kita sepakati maksud dari semangat terdiferensialkan yaitu kadar semangat kita dalam berbuat kebaikan yang turun gitu. Maka kita perlu itegralkan kembali semangatnya, kita tingkatkan lagi melalui iman kita kepada Allah. Kita naikkan lagi semangat kita melalui iman kita kepada Allah SWT. Kalo bisa lipat tiga naiknya. Kira-kira kenapa sih meningkatkan semangat berbuat kebaikan itu harus menggunakan iman sih temen-temen? Baik sahabatku yang semoga dirindukan dan merindukan oleh Allah dan RasulNya mari kita cek QS. Yunus yang artinya “bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah p...
 Ternyata hidup jauh lebih ringan ketika tak mengaharpkan apapun dari kehidupan dan manusia. sederhana, usahakan bagianmu dan sisanya biar Tuhan melalui semesta mengerjakan sisanya.
Kajian Live Streaming -Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. Riyadush Shalihin- Bab 38 Hadist ke 300 Memerintah Keluarga untuk Taat Kepada Allah Azza Wajala Selasa, 24 Maret 2020 Ketika negeri-negeri dilanda wabah Covid-19 sehingga roda kehidupan tidak berjalan seperti biasanya. Mereka yang punya usaha, usahanya sepi, mereka yang bersandar dengan gaji harian kebingungan, mereka yang harus membayar sewa toko kebingungan. Kita harus sadar bahwa bumi ini akan sunyi sepi senyap karena sejatinya Allah menciptakan bumi ini untuk kefanaan untuk mengabdi kepada Allah Azza Wajala. Kita selama ini terbuai terpedaya dengan menumpuk dan menimbun harta, mau dibuat apa dan dibawa kemana? Dalam kondisi sekarang baru sadar bahwa sejatinya yang diperlukan hanya sepiring nasi, sehelai pakaian, dan apa yang disedekahkan. Kelak kita akan diisolasi. Orang-orang akan memaksa kita untuk sendirian. Orang sedang dirumahnya menikmati hidup lalu bagaimana ketika diisolasi di kuburan seperti saudara kit...