Langsung ke konten utama

Kajian Malam Ahad-Naiknya Kurva Iman dalam Melodi Ramadhan
Bersama Jundi Amir Syuhada
Ketua Umum GAMAIS ITB 2018
Dirjen relasi unit agama, pendidikan, dan kajian KM ITB 2017
Ketua tim mentoring asistensi agama dan etika Islam ITB 2017

Bismillah ..
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Memuji dan bersyukur tidak pernah kita lupa lakukan kepada Allah swt yang telah memberikan nikmat kesehatan, nikmat usia, nikmat makanan yang tersedia, nikmat berkumpul dengan keluarga, nikmat belajar dalam segala keterbatasannya, dan tentunya nikmat iman. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwasanya kita mencoba untuk menghitung seluruh nikmat yang Allah berikan kepada kita maka seluruh pohon yang ada di bumi ini tidak akan pernah cukup untuk menjadi pena. Kemudian air laut tidak cukup untuk menjadi tinta. Sholawat serta salam kita curahkan haturkan kepada baginda kita nabi kita rasul yang telah memberikan kita teladan hingga kita bisa mengenal Islam seperti saat ini sholawat kita berikan kepada Rasulullah saw, sahabat-sahabtnya, keluarganya pengikutnya, dan semoga kita sebagai umatnya diberikan syafaat di akhirat nanti.
Teman-teman semua yang dirahmati Allah perkenal kan nama saya Jundi Amir Syuhada bekerja di swasta sebagai sistem analis. Selain bekerja kita merawat bayi yang baru lahir. Berkuliah di ITB masuk tahun 2018. 2019 diamanih sebagai kepala GAMAIS ITB. Pada kesempatan kali ini diamanahi untuk memberikan materi terkait Ramadhan. Ketika kondisi saat ini yang menarik adalah pertama kalinya kita terkena fenomena pandemi. Kegiatan-kegiatan yang biasanya kumpul-kumpul sama orang-orang keluarga untuk silaturahim tidak dilaksanakan kembali, jadi menarik. Menjabarkan materi berdasarkan 4 pertanyaan yang sudah diberikan panitia. Bismillah.
1. Apa yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan suci Ramdhan malam jumat sudah mulai tarawih. Mengklasifikasikan persiapan menjadi 4 aspek. Fisik, keilmuan, mental, dan materil.
2. Secara fisik. Dimana Ramadhan identik dengan puasa dimana kita tidak makan tidak minum dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari jangan sampai membuat kita ketika berpuasa tidak siap. Wah sudah biasa nih setiap hari dari kemarin dan hari-hari ini makan terus-terusan . Kita harus mulai mengatur pola makan. Sebetulnya konsumsi kita sehari-hari cukup ketika kita sudah memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti protein, karbohidrat, dan sedikit lemak. Maka kita harus bisa memanage makan kita. Disisi lain harus mempersiapkan persiapkan fisik yaitu olahraga misal lari pagi atau sore kalau dirumah ya workout atau push up skot jump tapi dirutinkan. Harapannya metabolismenya lebih baik.
3. Persiapan ilmu pengetahuan. Apa esensinya Ramadhan, apa esensinya puasa, menahan diri dari emosi dan kebiasaan-kebiasaan yang buruk yang sering masih kita lakukan. Memang kita atau saya lakukan di keseharian kita. Kita juga harus mempelajari fikih puasa. Kalau secara umum mungiin sudah khatam tapi kalau secara khusus misal bepergian, sakit, bagaimana mengqadhanya, batal karena hal tertentu. Kita mulai inget-inget lagi pernah atau tidak punya utang puasa. Dan ilmu pengetahuan lain pada saat Ramadhan kenapa karena saat Ramadhan doa-doa kita sangat diijabah. Memaksimalkan ibadah kita supaya pahalanya surplus.
4. Menyiapkan mental atau iman. Menjadikan Ramadhan sebagai ajang perlombaan untuk berpacu meraih pahala sebanyak-banyaknya. Jadikan sebagai ajang menyebarkan kebaikan terutama kepada keluarga dan sesuai kondisi kita saat ini. Memperbanyak zikir, bermesraan dengan Allah, bangun disepertiga malam sholat qiyamul lain, menceritakan keluh kesah kita kepada Allah agar kita dekat sama Allah kembali dan mendapatkan ikatan kembali untuk bulan-bulan selamjutnya mendekat untuk menambah ikatan kita di bulan-bulan selanjutnya. Bisa meningkatkan iman dengan membaca sirah-sirah sahabat. Bagaimana dulu saat perang Badar. Kaum Muslimin  terdesak dan di Perang Khandaq. Bagaimana kita tau berpuasa tapi bisa mempersiapkan peperangan. Ada juga Abu Bakar ketika pulang kerumah makan, karena lapar maka beliau makan apa yang tersedia di meja. Istrinya bertanya wahai Abu Bakar kenapa engkau tidak seperti biasanya engkau ketika ingin makan bertanya dahulu. Bahwasanya aku tadi memang sangat lapar (sumber youtube ust Salim A fillah) Abu Bakar menjawab bahwa makanan itu pemberian dari tetangganya yang sebelah sana. Abu Bakar mencari siapa yang kasih. Tetangganya mengatakan bahwasanya makanan tersebut pemberian dari tetangga yang lain kemudian dicari-cari dan akhirnya ketahuan kalau makanan tersebut dari seorang peramal.  Karena tau makanan tersebut haram maka Abu Bakar memuntahkan dengan sengaja makanan tersebut karena takut keharamannya dapat memberi dampak negatif kepada Abu Bakar. Dan itu menjadikan kaidah fikih yang membatalkan puasa adalah muntah yang disengaja.
5. Persiapan materiil. Manusiawi ketika puasa Ramadhan butuh stok bahan makanan pokok, dll. Apalagi kita sekarang kondisi dibatasi maka kita perlu mmemanage kebutuhan materil. Juga pakaian yang baru bersih ya minimal untuk beribadah yang tidak pernah dicuci kemudian kita persiapkan cuci wangi-wangi lagi. Meningkatkan semangat membaca Quran dengan membeli yang baru. Atau bisa instal aplikasi untuk manajemen amalan harian kita.
Selanjutnya tentang bagaimana agar tetap produktif. Kita perlu memahami kalau dari saya produktif itu definisinya apasih? Saya sudah pernah mencoba mengkaji, membrainstroming bahwa produktif adalah semua kegiatan kita mencurahkan waktu untuk melakukan ha; tsb, pikiran kita untuk fokus melakukan hal tersebut dimana hal yang kita lakukan tadi itu memiliki dampak untuk mencapai tujuan hidupmemberikan value untuk hidup kita. Produktif dibagi menjadi 2 yaitu On Air dan Off Air. On air berarti kita bisa produktif tanpa interaksi dengan banyak orang tanpa perlu berpindah-pindah tanpa perlu melakukan persiapan yang begitu fisik, keluar ke banyak tempat. Produktif off air atau harus dilapangan misalnya jalan-jalan cari inspirasi, datang ke suatu tempat melakukan kegiatan-kegiatan melakukan gerakan-gerakan, penyuluhan-penyuluhan. Untuk yang memiliki kegiatan produktif off air memang perlu direnungkan lagi dalam kondisi saat ini. Perlu mensiasati misalkan saya bekerja yang memang kebanyakan didepan komputer yang hampir bisa dilakukan dengan remote. Tapi bagi yang off air perlu disiasati bagaimana untuk melakukan kegiatan On Air. Banyak sekali media sebenarnya atau cara-cara agar produktif. Bagaimana caranya agar tetap produktif yaitu manajemen waktu. Salah satu indikator produktif adalah meluangkan waktu untuk melakukan hal tersebut. Mengatur ritme, waktu istirahat kapan harus standby menunggu orang lain, misalkan bikin konten video kita editing launcing respon feedback dst, kita perlu melakukan manajemen waktu yang baik. Mungkin udah banyak banget nemuin alat-alat yang menanajemen waktu misalnya Ramadhan ini banyak kan Ramadhan planner. Kita menentukan dulu goals nya Ramadhan ini pengen apa. Setiap harinya bikin harus sehari ini ngapain. Tilawah khatam 3 juz gimana bagi waktunya dalam sehari bagaimana kondisi supaya mendukung tilawahnya perlu didetailkan. Kemudian selain manajemen waktu yaitu memanage mood atau kondisi psikologi diri kita sendiri kadang saat puasa kita mager rebahan dapet pahal belum tentu bisa jadi capek. Kita perlu produktif dan memanage mood kita dengan baik. Perlu istirahat makanya melakukan manajemen mood. Gimana kita semnagat pengen habis subuh tidak tidur lagi apa yang mebuat mood kita semanagat baik apakah kkita tilawah streching jalan-jalan dengan tetap soocial distancing, dst. Manajmenen mood supaya tetap stabil untuk menjalankan suatu kegiatan.
Bagaimana agar level iman selalu meningkat saat Ramadhan?
1. Al-Quran. Lipat gandakan interaksi dengan Al-Quran investasikan waktu dan fokus untuk tilawah, taddabur, menghafal Al-Quran.
2. Memperbanyak zikir, mengingat Allah dalam banyak kesempatan, sebelum dan sesudah sholat fardhu, qiyamul lail. Dan waktu2 lain, sesering dan serutin mungkin.
3. Bersama-sama menjalani Ramadhan dengan orang-orang yang beriman dan bertakwa supaya kebaikan dan semangat dalam amal meningkat secara eksponensial.
Bagaimana cara menyikapi Ramadhan saat pandemi?
1. Nurut putusan MUI daerah dengan meningkatkan takwa, menjalankan protokol  covid-19, beramal shalih terutama memberi makan, meningkatkan solidaritas, membatasi bepergian, menyiapkan konten literasi RRamadhan, buka, sahur, dan tarawih di lingkungan terbatas (keluarga)
2. Sedekah dan menyumbang untuk kebutuhan orang lain
3. Sahur dan buka online
4. Beli kuota
Sesi tanya jawab :
Utami dari Purbalingga. Sebelumnya saya ucapkan jazakallahu khoiron kepada pemateri yang telah memberikan ilmunya yang sangat luar biasa. Bagaimana cara kita menyikapi dan memahami mengenai pandangan fikih puasa yang berbeda-beda di setiap orang atau ulama contohnya seperti niat puasa Ramadhan sendiri ada ulama yang mengatakan jika niat tidak perlu di lisankan menjadi “nawaitusaumaghodin” tetapi ada juga ulama yang mengatakan agar niat harus dilisankan dengan niat tersebut agar lebih afdhol atau lebih terasa gitu niatnya, dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang lainnya. Nah maka dari itu bagaimana cara kita menyikapinya dan harus meyakini pendapat yang mana? Terima kasih.
Jawaban : terimakasih kepada Utami. Sebenarnya yang ingin sampaikan bahwa jawaban saya ini bukan jawaban dari ahli fikih tapi lebih ke pengamat biasa. Saya kuliahnya juga IT bukan fikih. Untuk fikih yang sebenarnya bicara tentang ibadah secara teknis. Dalam fikih ada hal2 yangd disepakati secara ushul atau para ulama menyepakati ada juga fikih yang bersifat furu atau turunan yang melengkapi kaidah2 fikihnya. Yang perlu kita yakini pada diri kita adalah kaidah2 yang sifatnya ushul adalah puasa itu harus dengan niat. Sedangkan bagaimana bentuk niatnya itu adlaah hal yang sifatnya furucabbang. Contoh lainulama menyepakati makan dan minum sengaja adalah hal yang membatasi puasa. Itulah sslah satu hal yang ushul/inti/esensial yang perlu dipahami dalam fikih puasa. Sedangkan yang sifatnya cabang kita perlu mengambil salah satu pandangan  darri ulama aliran fikih misalkan Syafii, Hambali.
2. Dani dari Surakarta. Assalamualaikum, afwan ijin bertanya ditengah pandemi seperti ini kegiatan perkuliahan tetap dilaksanakan dan diganti menjadi daring. Hal ini menyebabkan tugas kuliah menjadi menumpuk. Selain itu, bagi kami yang ikut organisasi terutama di bidang media ditutuntut untuk tetap mengaktifkan sosial media dan kami mempunyai banyak desain yang haus dikerjakan. Nah bagimana ya kak caranya agar kami tetap bisa beribadah dengan optimal ditenga tugas kami yang banyak?
Jawaban : bismillahirrahmanirrahiim. Terimaksih kepada Dani. Sebetulnya kita harus bisa memanage kegiatan kita dengan baik. Setidaknya memiliki list kegiatan apa yang harus kita lakukan kita harus memahami prioritasnya. Dari list tadi kita tau mana yang penting. Penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, dan tidak penting dan tidak mendesak. Kita perlu mengkategorikan atas 4 hal itu. Nah mungkin kita perlu meningkatkan kegiatan yang penting tapi tidak mendesak. Karena itu kita harus bisa menempatkan kegiatan di waktu yang tepat misalkan kita punya kegiatan kuliah karena kita memang dikuliahkan agar bisa menyelesaikan dengan baik makanya kuliah ini kita anggap sebgai hal yang penting kemudian mendesak/tidak mendesaknya harus kita atur uspaya optimal, kegiatannya kita perlu atur sedemikian rupa agar tidak mendesak. Kemudian untuk kegiatan organisasi kita haus menyadari kalau hal tsb sebenarnya penting juga. Sebaiknya kita geser lagi agar waktunya membuat kita tidak terdesak. Ibadah dengan optimal didefinisikan dulu sperti aoa kalau saya tilawah setidaknya setiap hari 2-3 juz misalnya kita harus melakukan alokasi waktu dari kegiatan lain agar fokus melakukan kegiatan itu. Saya bilang produktif itu meluangkan waktu. Kuncinya bagaimana kita mengkategorikan kegiatan-kegiatan harian-harian kita yang punya tugas kuliah kemudian organisasi kemudian ibadah. Kita list kita alokasikan waktunya dan fokus untuk melakukan hal tsb. Pada dasarnya kita punya waktu yang cukup untuk melakukan hal-hal yang penting. Tapi kadang kita terdistraksi untuk melakukan hal-hal yang tidak penting. Yang perlu dihindarin adalah melakukan hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak. Contohnya apa yang sering kita lakukan misalksan scroll down timeline instagam. Seringkali hal-hal yang seperti ini yang harus dikurangi. Optimalkan juga kerjasama untuk tugas yang sifatnya kelompok. Teamwork yang baik akan diuji banget dalam kondisi tersebut. Terimakasih.
3. Fakhri dari Bekasi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Afwan mas izin bertanya minta tips dong biar semagat Ramadhan kita ga hanya diawal-awal saja tapi biar istiqomah semangat sampai akhir. Syukron.
Jawaban : bismillahirrahmanirrahiim. Terimakasih kepada Fakhri. Ini menarik dari pengamatan saya. Saya amati semangat beribadah orang-orang di Indonesia itu kurvanya naik turun kemudian naik lagi. Awal Ramadhan naik menjelang pertengahan cenderung turun dilihat dari tarawih tidak terlalu ramai, kegiatan berbuka diluar *sebelum pandemi* biasanya ramai. Kemudian nanti naik lagi dengan adanya 10 hari terakhir orang-orang cari itikaf untuk dapet lailatul qadar. Biasanya diakhir itu naik lagi. Caranya agar istiqomah naik harus yakin/percaya komitmen pada diri sendiri bahwasanya Ramadhan ini adalah nikmat dari Allah swt kesempatan yang tidak diberikan cuma-cuma adalah kesempatan yang spesial makanya harus dimanfaatkan sebaik mungkiin. Kalau kita gagal berinvestasi di Ramadhan ini maka kita akan sangat rugi. Maka caranya kita komitmen pada diri sendiri bahwasanya sangat penting Ramadhan agar tidak disia-siakan. Kita harus punya gambaran alokasi waktu, kita set milestone misalnya gini kalau temen-temen pernah lari di 1 km pertama dapet 20 menit, ketika 1 km selanjutnya berkurang maka kecepatan lari kita nilainya akan berkurang.  Sama seperti Ramadhan ketika diawal-awal bagus kemudia sekian hari menurun ibadah-ibadah nya maka ya nilainya secara kuantiti berkurang tapi kita harus yakin bahwasanya secara kualitas berpengaruh disini. Maka ketika mulai turun kita harus inget lagi komitmen kita ketika mulai turun maka kita harus ngegas lagi naik lagi semangat kita. Nah mungkinada beberapa tips lain, kita harus keep kontak kepada orang-orang untuk saling menasehati berlomba-lomba dalam kebaikan. Kalo misalkan saya punya grup lari, tilawah, puasa. Tilawah apakah sudah capai target hari ini, kalau grup lari kita setiap harinya sudah dapat berapa km. Itu bisa menjadi ajang berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan juga berdoa sama Allah agar diberikan keitiqomahan karena ketetapan keteguhan hati kita salah satu rizki dan harus senantiasa memperbarui niat kita kemudian memperbarui doa kita semoga Allah kabulkan doa kita untuk menjalani ibadah dan amal di bulan Ramadhan ini. Terimakasih kepada Fakhri yang sudah bertanya dan temen-temen semua semoga bermanfaat.
Oh ya saya mau merekomendasikan ustadz berdasarkan topiknya versi saya sendiri yang tidak sependapat tidak apa-apa.
- Fiqh, mazhab, dan perbedaan pendapat ulama (ust. Abdul Somad, ust. Adi Hidayat)
- Iman, hati dan semangat (Aa Gym)
- Sirah dan Hikmah (ust. Salim A. Filah, ust. Felix Siauw)
- Produktif dan kepemudaan (ust. Hanan Attaki)
Bismillahirrahmanirrahiim. Kepada seluruh temen-temen semua yang sudah hadir forum ini saya mengucapkan terimakasih karena telah diberikan kesempatan untuk berbagi kepada temen-temen semua. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah. Poin-poin yang kurang tepat itu bersebab karena saya penuh dengan kelemahan, sedangkan bila ada yang bener atau dirasa bermanfaat maka sesungguhnya itu datang dari Allah. Semoga tementemen bisa terus istiqomah dalam menjalankan Ramadhan tahun ini. Mari kita sama-sama semangat dan ingat kembali bahwasanya Ramadhan ini adalah momen yang sangat spesial. Kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk meminta ampun sebanyak mungkin kemudian berdoa sekhusyu mungkin, beramal sebaik mungkin sehingga nantinya kita bisa kembali seperti rasanya fitrah, seperti dalam banyak metafora seperti bayi yang baru dilahirkan. Semoga pada malam hari ini ada manfaat yang bisa diambil oleh teman semua. Jangan lupa bahwasanya setiap yang diberikan kepada kita adalah berkah adalah atas kehendak dari Allah maka hendaknya ketika kita lupa ketika bingung dan tak tau jalan maka alangkah baiknya bila kita sejenak berhenti dan mengambil air wudhu dan bertemu, bertanya kepada Allah swt. Semoga temen-temen dimudahkan dalam segala urusannya. Terimakasih, wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Sekian notulensi kali ini .. Apabila ada kurangnya saya mohon maaf.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIMICI ONLINE - Semangatmu terdiferensial? Yuk, integralkan lagi imanmu Bersama Devi Fitri Ferdania- Grup Whatsapp Kepala Annisa GAMAIS ITB 2019 Mahasiswa S1 Matematika ITB 2016 Awardee Program Magister Fast Track Matematika ITB 2020 Bismillah .. Assalamualaikum wr. wb. Mari kita sepakati maksud dari semangat terdiferensialkan yaitu kadar semangat kita dalam berbuat kebaikan yang turun gitu. Maka kita perlu itegralkan kembali semangatnya, kita tingkatkan lagi melalui iman kita kepada Allah. Kita naikkan lagi semangat kita melalui iman kita kepada Allah SWT. Kalo bisa lipat tiga naiknya. Kira-kira kenapa sih meningkatkan semangat berbuat kebaikan itu harus menggunakan iman sih temen-temen? Baik sahabatku yang semoga dirindukan dan merindukan oleh Allah dan RasulNya mari kita cek QS. Yunus yang artinya “bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah p...
 Ternyata hidup jauh lebih ringan ketika tak mengaharpkan apapun dari kehidupan dan manusia. sederhana, usahakan bagianmu dan sisanya biar Tuhan melalui semesta mengerjakan sisanya.
Kajian Live Streaming -Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. Riyadush Shalihin- Bab 38 Hadist ke 300 Memerintah Keluarga untuk Taat Kepada Allah Azza Wajala Selasa, 24 Maret 2020 Ketika negeri-negeri dilanda wabah Covid-19 sehingga roda kehidupan tidak berjalan seperti biasanya. Mereka yang punya usaha, usahanya sepi, mereka yang bersandar dengan gaji harian kebingungan, mereka yang harus membayar sewa toko kebingungan. Kita harus sadar bahwa bumi ini akan sunyi sepi senyap karena sejatinya Allah menciptakan bumi ini untuk kefanaan untuk mengabdi kepada Allah Azza Wajala. Kita selama ini terbuai terpedaya dengan menumpuk dan menimbun harta, mau dibuat apa dan dibawa kemana? Dalam kondisi sekarang baru sadar bahwa sejatinya yang diperlukan hanya sepiring nasi, sehelai pakaian, dan apa yang disedekahkan. Kelak kita akan diisolasi. Orang-orang akan memaksa kita untuk sendirian. Orang sedang dirumahnya menikmati hidup lalu bagaimana ketika diisolasi di kuburan seperti saudara kit...